INSTRUKSI PENGERJAAN SOAL
- Sebelum dimulai, pastikan jaringan internet kamu lancar.
- Peserta memastikan koneksi internet stabil saat pengerjaan soal;
- Peserta memastikan bahwa lokasi tes adalah lokasi yang kondusif, aman dan tidak ada gangguan;
- Untuk memulai tes, peserta wajib mengisi nama lengkap dan alamat email yang digunakan saat login ke website CSELUI (pastikan email kamu benar);
- Link soal akan langsung berisi 35 soal terdiri dari 25 soal Pilihan Ganda, 10 soal Essay.
- Durasi pengerjaan tes online adalah 5 jam/ 300 menit. Apabila peserta dapat menyelesaikan tes online lebih cepat dari waktu yang disediakan, dipersilahkan untuk menekan tombol FINISH di bagian kanan bawah di bawah soal terakhir.
- Tes online tidak dapat diulang dengan alasan apapun.
Masukkan Email sesuai email login pada akun website www.cselui.id
Quiz Summary
0 of 35 Questions completed
Questions:
Information
You must fill out this field. | |
You must fill out this field. |
You have already completed the quiz before. Hence you can not start it again.
Quiz is loading…
You must sign in or sign up to start the quiz.
You must first complete the following:
Results
Results
0 of 35 Questions answered correctly
Your time:
Time has elapsed
You have reached 0 of 0 point(s), (0)
Earned Point(s): 0 of 0, (0)
0 Essay(s) Pending (Possible Point(s): 0)
Categories
- Not categorized 0%
- 1
- 2
- 3
- 4
- 5
- 6
- 7
- 8
- 9
- 10
- 11
- 12
- 13
- 14
- 15
- 16
- 17
- 18
- 19
- 20
- 21
- 22
- 23
- 24
- 25
- 26
- 27
- 28
- 29
- 30
- 31
- 32
- 33
- 34
- 35
- Current
- Review
- Answered
- Correct
- Incorrect
- Question 1 of 35
1. Question
1 point(s)Dalam konteks Strategic NLP untuk bisnis, apa yang dimaksud dengan “State Management”?
- Question 2 of 35
2. Question
1 point(s)Meta Model dalam NLP terutama digunakan untuk:
- Question 3 of 35
3. Question
1 point(s)Milton Model adalah seperangkat pola bahasa yang dirancang untuk:
- Question 4 of 35
4. Question
1 point(s)Presupposition (Praanggapan) dalam bahasa adalah:
- Question 5 of 35
5. Question
1 point(s)Apa tujuan dari teknik “Chunking” dalam komunikasi bisnis?
- Question 6 of 35
6. Question
1 point(s)Representational System (Sistem Representasi) utama dalam NLP adalah:
- Question 7 of 35
7. Question
1 point(s)“Pacing and Leading” adalah teknik yang intinya:
- Question 8 of 35
8. Question
1 point(s)“Ecology Check” dalam NLP merujuk pada:
- Question 9 of 35
9. Question
1 point(s)Dalam membangun rapport dengan klien tingkat eksekutif, pendekatan NLP yang paling efektif adalah:
- Question 10 of 35
10. Question
1 point(s)Teknik “Reframing” sangat berguna dalam bisnis untuk:
- Question 11 of 35
11. Question
1 point(s)Strategi “Well-Formed Outcome” TIDAK mencakup kriteria berikut:
- Question 12 of 35
12. Question
1 point(s)Dalam konteks coaching bisnis dengan NLP, “Logical Levels” Dilts berguna untuk:
- Question 13 of 35
13. Question
1 point(s)Memanfaatkan “Perceptual Positions” (Posisi 1, 2, dan 3) dalam menyelesaikan konflik tim bertujuan untuk:
- Question 14 of 35
14. Question
1 point(s)“Meta Programs” dalam konteks bisnis dapat digunakan untuk:
- Question 15 of 35
15. Question
1 point(s)Dalam presentasi penjualan, menggunakan bahasa yang sesuai dengan “Representational System” audiens (misalnya, “lihat jelas” untuk Visual, “dengar baik” untuk Auditori) bertujuan untuk:
- Question 16 of 35
16. Question
1 point(s)Teknik “Anchoring” dapat diaplikasikan dalam situasi kepemimpinan untuk:
- Question 17 of 35
17. Question
1 point(s)Pola bahasa “Lost Performative” dalam Meta Model adalah contoh di mana:
- Question 18 of 35
18. Question
1 point(s)“Mind Reading” sebagai distorsi bahasa terjadi ketika:
- Question 19 of 35
19. Question
1 point(s)Sebuah sugesti tersembunyi yang tertanam dalam pernyataan, seperti “Anda mungkin akan memutuskan untuk membeli setelah merasakan manfaatnya,” menggunakan pola Milton Model yang disebut:
- Question 20 of 35
20. Question
1 point(s)Dalam negosiasi, frasa “Apakah Anda ingin menandatangani kontrak sekarang atau setelah istirahat kopi?” menggunakan pola linguistik:
- Question 21 of 35
21. Question
1 point(s)“Swish Pattern” adalah teknik NLP yang bertujuan untuk:
- Question 22 of 35
22. Question
1 point(s)Strategi “Disney Strategy” (dari Robert Dilts) menggabungkan tiga peran: Dreamer, Realist, dan Critic, dengan tujuan:
- Question 23 of 35
23. Question
1 point(s)“S.C.O.R.E. Model” digunakan terutama untuk:
- Question 24 of 35
24. Question
1 point(s)Sebuah pernyataan: “Semua manajer yang sukses pasti mahir berkomunikasi,” mengandung distorsi Meta Model jenis:
- Question 25 of 35
25. Question
1 point(s)Prinsip etika utama dalam penerapan NLP di dunia bisnis adalah:
- Question 26 of 35
26. Question
1 point(s)Batasan utama dari NLP adalah:
- Question 27 of 35
27. Question
1 point(s)Mengintegrasikan NLP dengan metodologi bisnis seperti Lean atau Agile dapat memberikan nilai tambah dalam hal:
- Question 28 of 35
28. Question
1 point(s)Dalam konteks perubahan organisasi, NLP dapat paling efektif digunakan pada level:
- Question 29 of 35
29. Question
1 point(s)Indikator bahwa praktik NLP digunakan secara tidak etis adalah:
- Question 30 of 35
30. Question
1 point(s)Sebelum menerapkan teknik NLP skala besar dalam suatu organisasi, langkah pertama yang paling krusial adalah:
- Question 31 of 35
31. Question
1 point(s)- Analisis Kasus & Meta Model: Seorang kepala departemen mengeluh: “Tim saya tidak pernah kreatif dan selalu menolak perubahan. Ini membuat kita pasti akan gagal di pasar yang kompetitif ini.” Dengan menggunakan tiga atau lebih pola distorsi dari Meta Model (identifikasi pola dan berikan contoh pertanyaan klarifikasi), analisislah pernyataan tersebut. Kemudian, jelaskan bagaimana klarifikasi ini dapat membuka dialog yang lebih konstruktif untuk memecahkan masalah inti.
This response will be reviewed and graded after submission.
- Question 32 of 35
32. Question
1 point(s)- Perancangan Intervensi: Anda diminta untuk mendesain sebuah intervensi berbasis NLP(menggabungkan minimal 2 teknik/framework NLP) untuk membantu seorang sales manager yang brilian secara teknis namun sering gagal membangun hubungan emosional dengan klien besar, sehingga banyak deal yang gagal di tahap akhir. Jelaskan:
- Diagnosis cepat menggunakan konsep NLP (misal: Meta Programs, State, Representational System).
- Dua teknik/framework pilihan Anda dan alasan pemilihannya.
- Langkah-langkah aplikasi yang terstruktur.
- Bagaimana Anda akan mengukur keberhasilannya?
This response will be reviewed and graded after submission.
- Perancangan Intervensi: Anda diminta untuk mendesain sebuah intervensi berbasis NLP(menggabungkan minimal 2 teknik/framework NLP) untuk membantu seorang sales manager yang brilian secara teknis namun sering gagal membangun hubungan emosional dengan klien besar, sehingga banyak deal yang gagal di tahap akhir. Jelaskan:
- Question 33 of 35
33. Question
1 point(s)- Integrasi dengan Strategi Bisnis: Bagaimana konsep “Logical Levels” (Dilts) dapat diintegrasikan dalam proses perumusan dan eksekusi strategi bisnis suatu perusahaan? Berikan contoh spesifik untuk masing-masing level (dari Environment hingga Identity/Spirituality) tentang pertanyaan atau tindakan yang dapat dilakukan untuk memastikan strategi tersebut selaras dan efektif.
This response will be reviewed and graded after submission.
- Question 34 of 35
34. Question
1 point(s)- Negosiasi & Linguistik: Dalam situasi negosiasi bisnis, pola bahasa dari Milton Model dan Presupposition sering digunakan secara elegan. Buatlah satu skrip dialog negosiasi singkat (4-5 tuturan) antara Anda (sebagai pembeli/vendor) dengan pihak lain, yang secara sengaja menyisipkan tiga jenis pola linguistik berbeda (seperti: Embedded Command, Cause-Effect, Presupposition of Time, dll.). Setelah skrip, jelaskan di mana dan pola apa yang Anda gunakan, serta efek yang diharapkan terhadap lawan bicara.
This response will be reviewed and graded after submission.
- Question 35 of 35
35. Question
1 point(s)- Etika & Kepemimpinan Transformasional: Seorang pemimpin yang mempelajari NLP berpotensi besar mempengaruhi budaya tim atau organisasinya. Diskusikan tantangan etika utama yang mungkin dihadapi. Kemudian, jelaskan bagaimana prinsip-prinsip NLP itu sendiri (seperti Ecology Check, Presuppositions positif seperti “Peta bukanlah wilayah” dan “Setiap perilaku memiliki niat positif”) justru dapat menjadi panduan etis bagi seorang pemimpin untuk menciptakan perubahan yang transformasional, berkelanjutan, dan menghormati anggota timnya.
This response will be reviewed and graded after submission.